Kamis, 26 Januari 2012

Pertumbuhan Ekonomi

PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Definisi Pertumbuhan dan Perkembangan Ekonomi

Dalam analisis ekonomi perlu dibedakan arti pertumbuhan ekonomi dan pembangunan ekonomi. Kedua konsep ini mempunyai pengertian yang sedikit berbeda. Pertumbuhan ekonomi merupakan kenaikan PDB atau PNB riil, sedangkan pembangunan ekonomi adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam aspek lain dalam perekonomian seperti perkembangan pendidikan, perkembangan kemahiran tenaga kerja, perbaikan teknologi dan kenaikan dalam taraf kemakmuran masyarakat. Pembangunan ekonomi hanya berlaku apabila pendapatan perkapita mengalami kenaikan secara berkepanjangan.
Pertumbuhan ekonomi dapat didefinisikan sebagai perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang dapat menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi dalam masyrakat bertambah.
Pembangunan ekonomi  adalah pertumbuhan ekonomi yang diikuti oleh perubahan dalam struktur dan corak kegiatan ekonomi.
Pertumbuhan dan pembangunan ekonomi adalah masalah makroekonomi dalam jangka panjang. Setiap negara mempunyai kesempatan untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi oleh karena faktor-faktor produksi bertambah dalam satu periode ke periode lainnya dan oleh kerenanya pendapan nasional dapat ditingkatkan. Akan tetapi belum tentu perkembangan yang berlaku dapat mencapai potensi pertumbuhan yang dapat diwujudkan. Apabila hal ini berlaku, masalah pengangguran dapat menjadi semakin serius. Keadaan seperti ini dapat dilihat dalam perekonomian yang selalu mengalami pertumbuhan yang lambat.
Di samping itu, untuk memahami masalah-masalah pertumbuhan ekonomi yang dihadapi di Negara-negara berkembang, terutama Negara berkembang yang masih rendah taraf pembangunan dan kemakmurannya, perlu pula diperhatikan hal berikut : masalah-masalah yang dihadapi dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di negara-negara berkembang. Seterusnya perlu diperhatikan bentuk-bentuk kebijakan pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Sebelum membicarakan hal-hal di atas terlebih dahulu akan di uraikan beberapa konsep yang berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi.
Pentingnya Pertumbuhan Ekonomi

    PERTUMBUHAN EKONOMI dan PENINGKATAN KESEJAHTERAAN
Rakyat dikatakan makin sejahtera jika setidak-tidaknya output per kapita meningkat. Dalam literatur ekonomi makro, tingkat kesejahteraan tersebut diukur dengan Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Makin tinggi PDB per kapita, makin sejahtera masyarakat. Agar PDB per kapita terus meningkat, maka perekonomian harus terus bertumbuh dan harus lebih tinggi daripada tingkat pertambahan penduduk. Ukuran perbaikan kesejahteraan tidaklah hanya dilihat berdasarkan perkembangan historis perekonomian yang bersangkutan, tetapi juga perekonomian lain yang dianggap telah lebih maju.

    PERTUMBUHAN EKONOMI dan KESEMPATAN KERJA
Mengingat manusia adalah salah satu faktor terpenting dalam proses produksi, maka dapat dikatakan kesempatan kerja akan meningkat bila output meningkat. Hubungan antara kerja dan output dapat dilihat berdasarkan rasio kesempatan kerja output dan angka elastisitas kesempatan kerja.
    Rasio Kesempatan Kerja-Output
Seandainya ada hubungan proposional antara tingkat output (dinotasikan Q) dan kesempatan kerja (dinotasikan L), dimana hubungan proposionalnya dilambangkan dengan c, maka :

L = cQ
∂L/∂Q = C
Dari persamaan di atas dapat segera diketahui bahwa untuk menambah kesempatan kerja, output harus bertumbuh,sebab setiap unit pertambahan output akan menambah kesempatan kerja sebanyak c unit. Makin besar nilai c, maka jumlah kesempatan kerja yang tersedia akibat pertambahannya 1 unit output akan makin besar. Besar kecilnya nilai c sangat tergantung pada teknik produksi (tingkat teknologi) yang digunakan dan tingkat efisiensi.

    Angka Elastisitas Kesempatan Kerja
Alat analisis lain yang digunakan untuk melihat hubungan antara kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi adalah angka elastisitas kesempatan kerja. Angka ini menunjukkan berapa persen kesempatan kerja akan bertambah, untuk setiap 1% pertumbuhan ekonomi.
nL = ((∂L/L))/((∂Q/Q))
     = ∂L/L x Q/∂Q
di mana :
nL          : elastisitas kesempatan kerrja
L          : kesempatan kerja
∂L/L     : persentase perubahan kesempatan kerja
Q    : output
∂Q/Q     : persentase perubahan output

Tingkat efisiensi juga mempunyai dampak mendua terhadap kesempatan kerja, seperti pada penjelasan tentang rasio kesempatan kerja output.

    Pertumbuhan Ekonomi dan Perbaikan Distribusi Pendapatan
Pertumbuhan ekonomi hanya akan menghasilkan perbaikan distribusi pendapatan bila memenuhi setidak-tidaknya dua syarat, yaitu memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan produktivitas. Dengan meluasnya kesempatan kerja, maka akses rakyat untuk memperoleh penghasilan makin besar. Jika alat utama yang digunakan untuk perbaikan distribusi pendapatan adalah mekanisme pasar, maka supaya dapat bertahan di pasar, para pekerja harus terus meningkat produktivitas.

    Persiapan Bagi Tahapan Kemajuan Selanjutnya
Suatu bangsa, terutama suatu perekonomian, dapat diumpamakan sebagai manusia, yang tidak dapat menjadi besar dan dewasa dalam tempo  semalam. Bahkan waktu yang dibutuhkan untuk mendewasakan sebuah perekonomian jauh lebih lama dibandingkan waktu yang dibutuhkan manusia untuk menjadi dewasa, maka perekonomian baru dikatakan matang mungkin setelah ratusan bahkan ribuan tahun. Kita tidak dapat menentukan batas waktu usia kematangan suatu perekonomian. Kenyataan di atas menyiratkan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan tangga untuk mencapai tahapan kemajuan ekonomi selanjutnya. Sebab, sebuah perekonomian yang mampu terus-menerus bertumbuh dalam jangka panjang, umumnya telah memiliki kemampuan untuk menjadi modern. Untuk menunjang pertumbuhan jangka panjang, yang dibutuhkan bukan saja tenaga kerja, bahan baku dan teknologi, melainkan juga kelembagaan-kelembagaan ekonomi dan sosial yang modern.

Factor-factor yang Menentukan Pertumbuhan Ekonomi
Kestabilan politik, kebijakan ekonomi pemerintah, kekayaan alam yang dimiliki, jumlah dan kemampuan tenaga kerja, tersedianya yang gigih dan kemampuan mengembangkan dan menggunakan teknologi modern adalah beberapa factor penting yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Uraian di dalam bagian ini menerangkan beberapa factor yang telah lama dipandang oleh ahli-ahli ekonomi sebagai sumber penting yang dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
    Tanah dan kekayaan alam lainnya
Kekayaan alam suatu Negara meliputi luas dan kesuburan tanah, keadaan iklim dan cuaca, jumlah dan jenis hasil hutan dan hasil laut yang dapat diperoleh, jumlah dan jenis kekayaan barang tambang yang terdapat.
Kekayaan alam akan dapat mempermudah usaha untuk mengembangkan perekonomian suatu Negara, terutama pada masa-masa permulaan dari proses pertumbuhan ekonomi. Di dalam setiap Negara dimana pertumbuhan ekonomi baru bermula terdapat banyak hambatan untuk mengembangkan berbagai kegiatan ekonomi di luar sector utama (pertanian dan pertambangan) yaitu sector dimana kekayaan alam terdapat. Kekurangan modal, kekurangan tenaga ahli dan kekurangan pengetahuan para pengusaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi modern di satu pihak dan terbatasnya pasar bagi berbagai jenis kegiatan ekonomi (sebagai akibat dari pendapatan masyarakat yang sangat rendah) di lain pihak, membatasi kemungkinan untuk mengembangkan berbagai jenis kegiatan ekonomi.
    Jumlah dan mutu dari penduduk dan tenaga kerja
Penduduk yang bertambah dari waktu ke waktu dapat menjadi pendorong maupun penghambat kepada perkembangan ekonomi. Penduduk yang bertambah akan memperbesar jumlah tenaga kerja, dan penambahan tersebut memungkinkan Negara itu menambah produksi. Dorongan lain yang timbul dari perkembangan penduduk terhadap pertumbuhan ekonomi bersumber dari akibat pertambahan itu kepada luas pasar. Perkembangan penduduk menyebabkan besarnya luas pasar dari barang-barang yang dihasilkan sector perusahaan akan bertambah pula. Karena peranannya ini maka perkembangan penduduk akan menimbulkan dorongan kepada pertambahan dalam produksi nasional dan tingkat kegiatan ekonomi.
Akibat buruk dari pertambahan penduduk kepada pertumbuhan ekonomi terutama dihadapi oleh masyarakat yang kemajuan ekonominya belum tinggi tetapi telah menghadapi masalah kelebihan penduduk. Suatu Negara dipandang menghadapi masalah kelebihan penduduk apabila jumlah penduduk adalah tidak seimbang dengan factor-faktor produksi lain yang tersedia, yaitu jumlah penduduk adalah jauh berlebihan. Sebagai akibat dari ketidakseimbangan ini produktivitas marjinal penduduk adalah rendah.
    Barang-barang modal dan tingkat teknologi
Barang-barang modal penting artinya dalam mempertinggi keefisienan pertumbuhan ekonomi. Pada masa kini pertumbuhan ekonomi dunia telah mencapai tingkat yang tinggi, yaitu jauh lebih modern daripada kemajuan yang dicapai oleh suatu masyarakat yang masih belum berkembang. Barang-barang modal yang sangat bertambah jumlahnya, dan teknologi yang telah menjadi bertambah modern memegang peranan yang penting sekali dalam mewujudkan kemajuan ekonomi yang tinggi itu.
Apabila barang-barang modal saja yang bertambah, sedangkan tingkat teknologi tidak mengalami perkembangan, kemajuan yang akan tercapai adalah jauh lebih rendah daripada yang dicapai masa kini. Tanpa adanya perkembangan teknologi, produktivitas barang-barang modal tidak akan mengalami perubahan dan tetap berada pada tingkat yang sangat rendah. Oleh karena itu pendapatan perkapita hanya mengalami perkembangan yang sangat kecil. Kemajuan ekonomi yang berlaku diberbagai Negara terutama ditimbulkan oleh kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi menimbulkan beberapa efek positif dalam pertumbuhan ekonomi, dan oleh karenanya pertumbuhan ekonomi menjadi lebih pesat.

    Sistem sosial dan sikap masyarakat
Sistem sosial dan sikap masyarakat penting peranannya dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi. Sikap masyarakat juga dapat menentukan samapi dimana pertumbuhan ekonomi dapat dicapai. Di sebagian masyarakat terdapat sikap masyarakat yang dapat memberikan dorongan yang besar kepada pertumbuhan ekonomi. Sikap yang sedemikian itu antara lain adalah sikap berhemat yang tujuannya untuk mengumpulkan lebih banyak uang untuk investasi, sikap yang sangat menghargai kerja keras dan kegiatan-kegiatan untuk mengembangkan usaha, dan sikap yang selalu berusaha untuk menambah pendapatan dan keuntungan.
Apabila di dalam masyarakat terdapat beberapa keadaan dalam sistem social dan sikap masyarakat yag sangat menghambat pertumbuhan ekonomi, pemerintah haruslah berusaha untuk menghapuskan hambatan-hambatan tersebut. Perombakan dalam sistem social, seperti misalnya menghapuskan kekuasaan tuan tanah dan memberikan tanah kepada para petani yang tidak memiliki tanah adalah suatu langkah yang perlu dilakukan. Juga perubahan dalam sikap masyarakat yang perlu diciptakan. Perubahan itu terutama harus ditunjukan agar masyarakat bersedia bekerja lebih keras untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan yang lebih banyak. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan ini adalah dengan memperluas fasilitas pendidikan dan meningkatkan taraf pendidikan masyarakat. 
    Uang
Dalam perekonomian modern, uang memegang peranan dan fungsi sentral. Uang bagi perekonomian ibarat darah dalam tubuh manusia. Tidak mengherankan makin banyak uang yang digunakan dalam proses produksi, makin besar output yang dihasilkan. Tetapi dengan jumlah uang yang sama, dapat dihasilkan output yang lebih besar jika penggunaannya efisiensi.
Bagaimana dengan perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki uang yang cukup? Atau uang yang dibutuhkan lebih besar dibanding yang mampu disediakannya? Jiia usaha mereka diperkirakan memberi hasil yang baik (memiliki prospek), banyak bank atau lembaga keuangan yang mau membantu. Dari penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa uang akan sangat memberi konstribusi bagi pertumbuhan ekonomi, selama penggunaannya sangat efisien. Tingkat efisiensi penggunaan uang juga sangat ditentukan oleh tingkat efisiensi sistem perbankan.

    Manajemen

Manajemen adalah peralatan yang sangat dibutuhkan untuk mengelola perekonomian modern, terutama bagi perekonomian yang sangat mengandalkan mekanisme pasar. Sistem manajemen yang baik, terkadang jauh lebih berguna dibanding barang modal yang banyak, uang yang berlimpah dan teknologi tinggi. Ada perekonomian yang tidak terlalu mengandalkan teknologi tinggi, namun berkat manajemen yang baik, mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

    Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Lebih luas daripada cakupan manajemen adalah kewirausahaan. Kewirausahaan didefinisikan sebagai kemampuan dan keberanian mengambil resiko guna memperoleh keuntungan. Keberanian itu bukan asal-asalan. Para pengusaha mempunyai perkiraan yang matang bahwa inputs yang dikombinasikannyaakan menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat, atau menjadi barang dan jasa, yang akan dibutuhkan masyarakat. Kemampuan mengombinasikan inputs ini dapat disebut sebagai kemampuan inovasi.

    Informasi

Syarat agar pasar berfungsi sebagai alat alokasi sumber daya ekonomi yang efisien adalah adanya informasi yang sempurna dan seimbang. Kegagalan pasar merupakan akibat tidak terpenuhinya asumsi ini. Tuntutan gerakan reformasi di Indonesia berupa transparansi dan kebebasan informasi, dilihat dari teori ekonomi, dapat dibenarkan. Sebab, makin banyak, makin besar, dan makin seimbang arus informasi, para pelaku ekonomi dapat mengambil keputusan dengan lebih cepat dan lebih baik. Alokasi sumber daya ekonomi makin efisiensi. Dengan sumber daya yang sama, dihasilkan output yang lebih banyak. Informasi amat menunjang pertumbuhan ekonomi.

Kebijakan Mempercepat Pembangunan
Kebijakan pemerintah penting sekali peranannya dalam mempercepat pembangunan ekonomi. Kebijakan pemerintah tersebut meliputi : (i) mendiversivilasikan kegiatan ekonomi, (ii) mengembangkan infrastruktur, (iii) meningkatkan tabungan dan investasi, (iv) meningkatkan taraf pendidikan, (v) mengembangkan institusi yang menggalakkan pembangunan, dan (vi) merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.
Teori-teori Pertumbuhan Ekonomi
Beberapa teori telah dikemukakan yang menerangkan mengenai hubungan diantara berbagai factor produksi dengan pertumbuhan ekonomi. Pandangan teori-teori tersebut diringkaskan di bawah ini :
    Teori Klasik : Menekankan tentang pentingnya factor-faktor produksi dalam menaikan pendapatan nasional dan mewujudkan pertumbuhan. Akan tetapi yang terutama diperhatikan ahli ekonomi Klasik adalah peranan tenaga kerja. Menurut mereka tenaga kerja yang berlebihan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi.
    Teori Schumpeter : Menekankan tentang peranan usahawan yang akan melakukan inovasi dan investasi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
    Teori Harrod-Domar : Menunjukan peranan investasi sebagai factor yang menimbulkan pertambahan pengeluaran agregat. Teori ini pada dasarnya menekankan peranan segi permintaan dalam mewujudkan pertumbuhan.
    Teori Neo-Klasik : Melalui kajian empirical teori ini menunjukan bahwa perkembangan teknologi dan peningkatan kemahiran masyarakat merupakan factor yang terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi.
Pertumbuhan Ekonomi : Konsep dan pengukuran
Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasanya meningkat. Dalam dunia nyata, amat sulit untuk mencatat jumlah unit barang dan jasa yang di hasilkan selama periode tertentu. Kesulitan itu muncul bukan saja karena jenis barang dan jasa yang dihasilkan sangat beragam, tetapi satuan ukurannya pun berbeda.
Karena itu angka yang digunakan untuk menaksir perubahan output adalah nilai moneternya (uang) yang tercemin dalam nilai produk  domestik Bruto (PDB). Untuk mengukur pertumbuhan ekonomi, nilai  PDB yang digunakan adalah PDB berdasarkan harga konstan. Sebab, dengan menggunakan harga konstan pengaruh perubahan harga telah dihilangkan, sehingga sekalipun angka yang muncul adalah nilai uang dari total output barang dan jasa, perubahan PDB sekaligus menunjukan perubahan jumlah kuantitas barang dan jasa  yang dihasilkan selama periode  pengamatan.
Mengingat sulitnya mengumpulkan data PDB, maka perhitungan perubahan ekonomi tidak dapat dilakukan setiap saat; biasa dilakukam dalam dimensi waktu triwulanan dan tahunan. Cara menghitung tingkat pertumbuhan sederhana sekali.
Jika selang waktu pertumbuhan hanya satu periode, maka :
Gt  = PDBRt – PDBRt-1)  x 100 %    
                  PDBRt-1
dimana :
               Gt        = pertumbuhan ekonomi periode t (triwulanan atau tahunan)
    PDBRt        = produk domestic bruto Rill  periode t (berdasarkan harga konstan )
    PDBRt-1    = PDBR satu periode sebelumnya
Jika interval waktunya lebih dari satu periode, perhitungan tingkat pertumbuhan ekonomi dapat menggunakan persamaan Eksponensial:
PDBRt =PDBR0 (1 + r )t
dimana  :   
PDBRt        = PDBR periode t
PDBR0    = PDBR periode awal
r        = tingkat pertumbuhan
t        = jarak periode
*) Analisis mengenai pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu aspek penting dalam teori makroekonomi. Analisis itu pada dasarnya memperhatikan tentang kegiatan ekonomi Negara dalam jangka panjang. Dalam membicarakan mengenai pertumbuhan ekonomi dua hal penting yang perlu diperhatikan, yaitu :
    Faktor-faktor yang menentukan pertumbuhan ekonomi sesuai Negara.
Teori-teori yang menerangkan factor penting yang menentukan pertumbuhan

0 komentar:

Poskan Komentar