Rabu, 16 Februari 2011

Peristiwa Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


I.                    Latar Belakang.
7 September 1945 tentara Jepang rapat di singapura. Untuk menyetujui kemerdekaan Indonesia
II.                  7 Agustus 1945 Panglima Asia Tenggara Jendral Krauchi menyetujui pembentukan PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut Dokurixu Jumbi ingkai, sebagai lanjutan BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia). 9 Agustus 1945 Soekarno,  Hatta dan Rajiman Wedio Diningrat diundang ke darat (Vietnam) untuk dilantik sebagai wakil ketua PPKI oleh jendral Krauchi.
III.                6 dan 9 Agustus 1945 bom atom meledak di Hiroshima dan Nagasaki oleh pasukan sekutu untuk mendorong Jendral Krauchi untuk mengubah tanggal pemberian kemerdekaan menjadi 24 Agustus 1945. Maka delegasi Indonesia itu kembali ke Indonesia.
IV.                15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada sekutu, pemimpin – pemimpin Indonesia mengetahui dari siaran radio walaupun Jepang merahasiakan.

Peristiwa Rengas Dengklok.
I.                    Peristiwa ini menunjukkan penculikan Soekarno – Hatta ke Rengas Dengklok oleh para pemuda.
II.                  Ingin mempercepat proklamasi Indonesia.
III.                Kalangan tua berkentuan proklamasi diumumkan tanggal 24 Agustus 1945 sesuai dengan perintah pemerintah Jepang.
IV.                Kelompok gerakan bawah tanah yang dipimpin Sultan sahril mengangap kalangan tua terlalu lambat, dan terus mendesak Soekarno – Hatta.
V.                  Kalangan muda menggangap kalangan tua tunduk kepada Jepang, seolah  olah kemerdekaan itu pemberian Jepang.
Rumusan Teks Proklamasi.
I.                    Soekarno – Hatta tiba di Jakarta jam 23.00 Wib dan mengundang anggota PPKI untuk rapat di hotel Des  Indei, namun karena ada halangan rapat tidak boleh dilaksanakan di atas jam 22.00 Wib.
II.                  Rapat dilaksanakan di rumah Laksamana Tadasi Maeda (sekarang di Jln. Imam Bonjol I) dan menjamin keselamatan anggota PPKI dalam rapat.
III.                Kepala pemerintah umum Jepang di Indonesia Mayjen Nishimura segera ditemui Soekarno – Hatta namun tidak ada titik temu (kesepahaman).
IV.                Soekarno – Hatta bersikeras melaksanakan proklamasi Kemerdekaan Indonesia sesuai dengan kebijakan Jendral Krauchi.
V.                  Perumusan konsep teks Proklamasi ,
a.      teks proklamasi oleh Soekarno – Hatta dan Ahmad subarjo diruang makan dan disaksikan oleh Sukarni, Bm Diah, dan Sudiro.
b.      Ada 2  kalimat yang penting direfisi dalam teks proklamasi ialah pernyataan kemerdekaan Indonesia ditentukan oleh nasib sendiri. Kalimat kedua menjelaskan pernyataan pengalihan kekusaaan.
VI.                Sukarni mengusulkan cukup 2 orang yang menandatangani yaitu Soekarno – Hatta karena kedua tokoh itu sudah dikenal oleh rakyat Indonesia. Perubahan teks Proklamasi asli setelah diketik oleh Sayuti Melik yaitu :
a.      Tempok diganti dengan Tempo
b.      Wakil – wakil bangsa Indonesia diganti dengan bangsa Indonesia, dan
c.       Jakarta 17 – 08 – 05 diganti dengan menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05.

Referensi / Sumber: dari buku catatan sendiri dalam mempelajari pelajaran Sejarah Di kelas 3 SMP.

0 komentar:

Poskan Komentar